--> Skip to main content

Masuki Musim Tanam, Bidang PSP Mulai Salurkan Pupuk Bersubsidi Kepada Petani

pspdistanlotim.com - Memasuki musim tanam, Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur mulai salurkan pupuk bersubsidi kepada petani, hal ini dilakukan mengingat hujan mulai turun yang menandakan awal mulainya para petani bercocok tanam.

Menurut Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Lalu Fathul Kasturi, SP., di musim tanam tahun ini jumlah pupuk bersubsidi yang sudah ditanda tangani Kepala Dinas sebanyak 33.000 ton pupuk SP36 dari usulan 47.000 ton, sementara untuk pupuk urea bertambah menjadi 47.000 ton dari tahun lalu hanya 33.000 ton, saat ini mulai didistribuskan kepada para petani melalui masing-masing kecamatan untuk selanjutnya disalurkan oleh distributor dan pengecer sesuai dengan data RDKK yang sudah ada.

Dikatakannya, dalam pendistribusian pupuk, pihak dinas harus mengacu pada mekanisme Peraturan Menteri Pertanian No. 1 Tahun 2020 tentang Peraturan Pupuk Bersubsidi. “Kita tidak berani mengalokasikan pupuk tanpa ada RDKK, dan juga masyarakat dilarang membeli pupuk bersubsidi jika belum memiliki RDKK”.

Jika masih ada kelompok tani yang belum memiliki RDKK, pihaknya masih melakukan pembaharuan data setiap bulannya pada tanggal 20 sampai dengan 25. Sedangkan konsekuensinya terhadap para petani yang tidak memiliki RDKK mereka harus menggunakan pupuk yang nonsubsidi. ”Sejauh ini kita juga berkoordinasi untuk mendorong serta menyampaikan kepada pihak UPP yang bekerjasama dengan pengecer agar memastikan kepada petani untuk menyerahkan nomor NIK sebagai syarat pembuatan RDKK, tanpa nomor NIK tidak bisa dilakukan pembuatan RDKK,” tegasnya.

Dengan demikian lanjut Kabid PSP nantinya setelah data RDKK dengan nomor NIK valid maka akan muncul Kartu Tani yang diterbitkan oleh Bank BNI. Dengan adanya kartu tani bisa memudahkan petani untuk melakukan pembayaran, saat ini data pemilik kartu tani sebanyak 30.000.

Sementara terkait dengan musim tanam serempak pihak dinas belum bisa memastikan kapan dilaksanakan, disebabkan karena kondisi hujan yang terjadi belum merata. ”Jika saja bulan Desember kemarin hujannya merata maka kita akan bisa lakukan tanam serempak saat itu” terangnya.

Dengan kondisi curah hujan yang tidak normal atau dibawah rata-rata seperti sekarang ini, tidak menyurutkan langkah para petani untuk bersiap-siap melakukan penanaman sebab bibit dan persemaian sudah siap. Sehingga kita berharap semoga di minggu ini hujan mulai membasahi lahan petani yang kering agar segera ditanami.

Terhadap tingginya permintaan pupuk subsidi jenis SP36, maka pihak dinas akan melakukan solusi dengan bersurat ke provinsi untuk di realokasikan ke kabupaten. “Namun yang jelas jumlah persediaan pupuk kita terbilang aman sebab kita menyusun berdasarkan rekomendasi pemupukan,” tutupnya. [stv]

Kebijakan Komentar: Silakan tuliskan komentar anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar