--> Skip to main content

Kementan Targetkan Percepatan Penyebaran Padi Biofortifikasi pada Tahun 2020

pspdistanlotim.com - Sebagai upaya menurunkan angka prevalensi kekurangan gizi dan meningkatkan penyediaan sumber mineral penting khususnya Zinc (Zn) pada beras, Kementerian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, telah menghasilkan varietas unggul baru (VUB) padi Inpari IR Nutri Zinc.

Inovasi ini merupakan terobosan Badan Litbang Pertanian dalam penanggulangan kekurangan Zinc yang mengakibatkan kekerdilan (stunting) melalui program biofortifikasi, yaitu perakitan varietas yang memiliki kandungan Zinc tinggi.

Tidak dipungkiri bahwa berbagai terobosan dalam penanggulangan kekurangan gizi pada beras telah dilakukan baik dengan cara suplementasi maupun fortifikasi. Namun pendekatan pemuliaan atau biofortifikasi ini dinilai lebih mudah, ekonomis, dan berkelanjutan untuk mengatasi kekurangan Zinc.

Penyebaran benih Inpari IR Nutri Zinc telah dilakukan satu tahun terakhir. Biofortifikasi masuk dalam program prioritas yang ditetapkan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasionan (Bappenas) dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) RPJMN 2020-2024.

Subdit Peternakan Pangan dan Pertanian Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, mendukung Kementerian Pertanian (Kementan) menerapkan biofortifikasi di sektor pertanian atau pangan untuk mengatasi stunting dan sejalan dengan program yang ditetapkan Bappenas.

Bappenas telah menetapkan tujuh prioritas nasional agenda pembangunan dan salah satu butirnya adalah memperkuat ketahanan ekonomi. Pada butir tersebut ada delapan prioritas yang perlu ditekankan di dalam penguatan ekonomi, yaitu:

  1. Penguatan energi khususnya energi terbarukan,
  2. Peningkatan kualitas ddan ketahanan air,
  3. Peningkatan ketersediaan akses dan kualitas konsumsi. Program biofortifikasi masuk dalam prioritas yang ketiga.
Beberapa hal terkait target penyebaran benih Inpari IR Nutri Zinc yaitu: target ekspor beras unggulan, pelaksanaan program di wilayah stunting, dan rencana alokasi bantuan, ditargetkan penyebaran Inpari IR Nutri Zinc melebihi dari RPJMN yaitu 200 ribu hektar (ha) ditahun 2024, dan pada tahun 2024  tanaman padi lebih dari 20% menggunakan varietas Inpari IR Nutri Zinc.

Selama ini Ditjen Tanaman Pangan memiliki program  bantuan benih totalnya hanya 2,6 juta ha, dari 2,6 juta ha itu, biofortifikasi hanya 10 ribu hektar sedangkan yang lainnya padi biasa. Ke depan akan mencoba lebih banyak lagi, jika tahun ini respon masyarakat bagus maka bisa merubah dari 10 ribu ha menjadi 50 ribu ha. Hal tersebut akan dievaluasi dalam 4 bulan jika respon masyarakat, respon dinas bagus maka tinggal merubah masuk biofortifikasi. Program biofortifikasi ini, tujuannya agar Indonesia bisa mengekspor beras dan tidak kalah dengan beras negara lain. 

Beras kualitas bagus akan diekspor dan harus berani bersaing dengan beras Thailand maka harus mempunyai keunggulan, beras biofortifikasi bisa didorong melalui program unggulan beras Indonesia dan akan segera memperluas kegiatan terpadu dengan pihak-pihak terkait, khususnya pelaksanaan program-program di wilayah stunting agar bisa langsung menjadi skala nasional dan segera mulai bekerja agar ketersediaan benihnya bisa segera disiapkan, dan produksi bersama stakeholder yang lain.

Varietas Inpari IR Nutri Zinc dengan  keunggulan-keunggulanya, antara lain rata-rata kandungan Zn 29,54 ppm (sekitar 23% lebih tinggi daripada Ciherang), potensi kandungan Zn 34,51 ppm, rata-rata hasil: 6,21 t/ha  (setara Ciherang), potensi hasil: 9,98 t/ha, umur 115 hari setelah semai, tekstur nasi pulen, agak tahan wereng coklat biotipe 1 dan 2, agak tahan hawar daun bakteri strain III, agak tahan tungro isolat Garut dan Purwakarta, serta tahan blas strain 033, 073, dan 133.  Dengan keunggulan tersebut, diharapkan varietas ini memiliki daya adaptasi luas dan dapat diterima oleh konsumen padi di Indonesia.

Produksi Benih Penjenis, Benih Dasar, Benih Pokok tengah diinisiasi oleh BB Padi agar benih Inpari IR Nutri Zinc telah tersedia bagi petani di berbagai daerah dengan jumlah yang cukup. Diharapkan varietas ini dapat tersebar ke seluruh Indonesia karena kejadian stunting dan kekurangan asupan Zinc terjadi merata di semua pulau di Indonesia.

Produksi benih sumber terus dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan tersebut. Diharapkan pada waktu yang akan datang varietas yang dilepas tetap dilengkapi dengan karakter tinggi nutrisi dan dapat tersebar di seluruh areal padi di Indonesia, sehingga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan penduduk Indonesia di masa depan.
Kebijakan Komentar: Silakan tuliskan komentar anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar